"Karya kamu ditolak?Jangan sedih, jangan down.
Terbitkan aja sendiri.
Kamu punya kesempatan yang sama kayak orang lain
untuk meraih yang kamu pengenin."
(Budi Putra, CEO Asia Blogging Network)
Kalimat-kalimat yang meluncur dari bibir beliau itu tiba-tiba aja tertanam dalam kepalaku. Tiba-tiba aja tertindih butiran pupuk dan tersiram tetesan hujan, hingga kini tumbuh jadi sebatang pohon kecil yang siap dirawat agar menjadi pohon yang tinggi, besar, dan kokoh.
Capek juga sebenarnya selama dua tahun nunggu kabar dari majalah-majalah perihal karya-karya yang entah akan diterbitkan atau tidak. Well, kalo memang karyaku nggak layak terbit setidaknya segera dikembalikan kan? Tapi kenapa harus disimpan?
*Wah nggak tau juga ya, Di!*
Sebenarnya niat bikin blog cerpen ini dah lamaaaaa banget terpikirkan. Tapi entah kenapa baru sekarang bisa direalisasikan. Nggak ada dukungan kali ya, hehehe...
*Emang siapa sih Di, yang pernah dukung elo nulis?! Hampir nggak ada!*
Wah, jangan gitu dong... Sejak Mas Budi Putra ngomong gitu, rasanya itu adalah sebuah dorongan yang kuat banget hingga aku bisa maju sampe kutub utara.
*Hiperboooollllll.....*
Nah, makanya aku beraniin coba bikin blog cerpen ini. Harapannya sih, selain nambah pede *Cieeehhh...*, aku juga pengen setidaknya sekaliiiiiiiiii aja dikritik.
*Loh emangnya kenapa, Di?*
Masalahnya, karyaku tuh nggak pernah dikritik!!!
*OMG!*
Yaa... Selama ini mereka-mereka yang udah kusodori karyaku cuma bilang:
"Wah, bagus! Bagus banget!"
"Bagus! Aku kayak masuk ke dalam ceritamu, serasa aku yang jadi pemeran utamanya."
"Bagus kok, Diiiiii.... Sumpe deh!"
"Huaaa... Jadi terharu neh baca ceritamu."
"Bwahahahaaa... Gue ngakak banget nih baca ceritamu yang bagian inih!"
Bahkan pembimbingku di klub menulis bisanya juga cuma muji. Paling yang dikritik cuma tata struktur kata atau EYD doank!
Sekali-sekali dong guys, yang kamu lihat tuh nggak hanya bagus nggak-nya ceritaku. Tapi KARYAKU. Kalo perlu ejek aku. Bilang gini:
"Wah, plagiat neh!"
"Hahahaaa... Elo tuh Adhitya Mulya wanna be ya?"
"Gue nggak suka karya lo. Terlalu kekanakan!"
"Kamu tuh bener-bener amatiran sejati deh, Di. Karya kamu super duper jelek!"
Tapi kita pasti tau kan etika dalam mengkritik?
Kasih aku alasan kenapa menurutmu karyaku jelek. Alasanya yang logis lah yaa...
Dan sebisanya sih kasih aku saran, aku mesti gimana supaya karyaku ini bisa diperbaiki dan jadi karya yang bagus dan disukai oleh kamu-kamu semua.
Yaaa... semacam itu lah. I'll be very appreciate it.
See ya!
Dan semoga kalian bisa menikmatinya.
Salam cup cup muach dari aku.
*Yaiks! Jorok lo, Di!*
Mank gw pikirin!
