hanya diam
mengelap peluh
dan diam lagi …….
Bingung juga sih awalnya, dimasak jadi cap jay pudah bosan, jadi campuran mie goreng juga dah basi, pengennya sih dimakan dengan saus putih (sayang ga punya mayones), akhirnya kuputuskan untuk menggoreng si kribo. Ini pun kulakukan diiringi tatapan tak percaya ibu yang emang ga pernah yakin kalo aku masuk dapur (jadi ingat pas bikin tumis pare, sampe tangan lecet2, hasilnya tetep aja pahit :d).
Seingatku dulu di sebuah tabloid wanita pernah memuat resep brokoli goreng dengan saus jamur, tapi keinginan bongkar koleksi resep my sister males banget apalagi bahan2 yang ada minim banget, akhirnya pakai ajian ngawur.
Aku keluarin si kribo dari tempatnya, dicuci bersih sampe ga ada ulat yang nyangkut, dan harus ekstra hati2 juga, karena aku ga mau setiap kuntumnya ancur. Kemudian halusin 2 siung bawang putih dan beberapa butir merica, beri air dan campur tepung panir dan sedikit tepung bumbu royco. Setelah dirasa pas di lidah, goreng sampai tenggelam dengan minyak sedang, biar bisa matang sampai ke dalam. Sengaja aku ga pake telur dan hanya ngandelin air rendaman, karena emang persediaan telur abis :(, selain mungkin hasilnya bisa lebih padat, mengingat telur justru bikin adonan mengembang dan bikin kotor minyak.
Akhirnya selesai sudah, ga begitu banyak hasilnya tapi lumayan mantap di lidah, ya paling ga rasanya mirip² udang goreng tepung. Mmmm, nikmatnya berakhir pekan dengan kreasi sendiri :d.
Kapan hari nonton metro tv kebetulan acara art21 (acara yang punya tema seni dalam segala hal). Hans zimmer seorang komposer dari Jerman yang sudah membuat lebih dari 100 musik untuk film. Coba dengerin deh karyanya keren deh, ada yang fun, ada yang serem… lengkap deh…
Penasaran? yup… saya penasaran dengan dia. Setelah dia membuat sebuah soundtrack sebuah film, apa dia bakalan nonton film itu? kalau dia membuat soundtrack pasti dapat film masih mentah tanpa ada musiknya (bisa jadi sudah ada dialognya, saya tidak berpengalaman terjun ke dunia itu jadi hanya bisa menebak saja), serasa hambar dong. Terus apakah Hans Zimmer ada rasa puas ketika melihat film dengan soundtrack hasil karya dia?
Dari beberapa situs yang kita buat, saya sendiri sering nongkrong di situs itu hanya ketika mengerjakan saja. Setelah itu? lebih banyak nongkrong di situs lain. Hehehe… kata pepatah “rumput hijau tetangga lebih indah dari rumput sendiri”. xixixixi…
for couple a days
is it time to retire?
wake up every day
and say: Hi!
‘n the same damn thing happen
come on life
bring what ya’ bring
and i’ll try to going thru’
a new song
a new message
a new love
a new spirit
a new word to say
a new word to pray
a new good time
hoaaam…i just running on empty grass
Review: The Constantine
Nilai: 0.5 Popcorn
Alesan:
- Dialog kurang ngangkat… bikin jalan cerita kurang kuat nge-blur.
- Ending juga dem… lucu deh keliatan gag nyambung ama tuh cerita.
Kejadian yang gag keliatan logis:
- Waktu Isabel mo bunuh diri, terekam di kamera keamanan ok boleh lah… tapi dari sudut mana? koq terekam sejajar dada dan terlalu banyak frame buat sebuah kamera keamanan dan lagi terekam suara Isabel menyebut nama “Constantine”.
Nilai turun dunk… btw mungkin pada tanya koq gw tau itu… lah kan ada kejadian waktu sodara isabel muter rekaman kamera keamanan di power book titanium dia hehehehe… - Lingkungan yang mereka anggap mirip dengan neraka terlihat banyak sangat panas dan berdebu. Berdebu? yoih ini juga aneh… gag terlihat seperti debu yang melewati celah bangunan malah mirip cerobong asap kecil berjajar dengan tiupan angin.
- Kejadian di mana si pembawa ujung tombak (orang Meksiko) melewati kerumunan ternak, dan para ternak satu persatu mati. Koq aneh? sweeer aneh deh ternak dengan jumlah sebanyak itu gag mungkin tanpa pengawas dan lagi itu di jalan raya hoi… posisi ternak random tapi keterlaluan deh sudah terlalu banyak posisinya tidak berkelompok lageh…
Rekomendasi: Jangan tonton deh… rugiii…
Review: Catch Me if You Can
Nilai: Nilai: 3.5 Popcorn
Kejadian kurang logis:
- Frank mau merekrut pramugari yang banyak sekali tapi cuman dilakukan dalam beberapa jam? wow cepet amir…
Adegan keren:
- Pesta di apartemen Frank di atlanta. Gaya tarian, kostum dan style para teman Frank terlihat jelas taon 60an. Cuman yang bikin heran bukannya Frank itu pintar dan pendiam, hmm… maksud gw dia gag punya temen… tapi waktu pesta koq temennya banyak banget.
- Adegan ketika Carl menunggu Frank di kantor FBI, waktu Carl memandang jam yang menunjukan pukul 10:10AM. gw suka sekali adegan itu… pertama liat adegan itu muncul pertanyaan kenapa pukul 10:10AM hehehe…
Rekomendasi: Tonton deh…

