Setelah dituduh oleh Arie kalo saya adalah intel wannabe, maka dengan ini saya menyatakan pembelaan diri, bahwa tuduhan Arie itu adalah palesu belaka, tanpa alasan, palesu pol wes poko'e, dan tidak benar sama sekali. Yang benar saya adalah FBI wannabe ;))
--------------------------------------------------------------------
Ndak lah, saya ndak pingin jadi agen sirri kok.
Sejak kecil saya memang senang bermain dengan senjata, baik itu senjata tajam maupun senjata tumpul api. Tapi semua itu hanyalah senjata replika atau mainan. Hanya beberapa yang merupakan senjata betulan, misalnya mandau (senjata khas Kalimantan), belati (pisau milik Polisi Militer), double-stick, dan sapu.
Di antara senjata tersebut, yang sering saya pegang adalah pistol.
Saat sedang serius programming, rasanya kurang lengkap kalo tidak pegang senjata ini. Pistol plastik yang saya ambil dari dagangan di toko mainan ibuku, sejak aku masih awal kuliah dulu, masih ada sampai sekarang. Sebelumnya juga sering ngambil pistol dari toko, tapi pistol ini adalah yang paling awet.
Pistol ini yang kemaren dilihat oleh Arie, sewaktu dia nyasar ke Malang.
Tapi dia belum tau, kalo saya juga punya pistol yang lebih serius, yaitu Airsoft Gun BERETTA M945.
Meski tergolong kids toy, namun ini bukanlah mainan anak-anak. Syarat usia harus 18 tahun ke atas. Bayangkan, film biru aja syaratnya usia 17 tahun ke atas ;))
Untuk memiliki senjata ini, ada aturan tertulis dan tidak tertulis (etika). Hal ini dikarenakan jika digunakan dengan tidak bertanggung jawab, senjata ini dapat menyakiti orang lain. Bahkan jika terlalu parah, kemungkinan kepemilikan senjata ini akan dilarang, atau minimal akan semakin dibatasi. Tentu saja hal ini jangan sampai terjadi, mengingat banyak pemilik lainnya yang sudah berusaha sebaik mungkin dan bertanggung jawab dalam menggunakan Airsoft ini.
Beberapa etika dasar:
- Jangan menggunakan/memperlihatkan senjata di tempat umum
- Jangan pernah mengarahkan senjata ke orang lain, meskipun kita yakin tidak ada peluru di dalamnya
- Kosongkan peluru (lepaskan magazine) dan kunci triggernya sebelum senjata disimpan
- Jangan biarkan senjata ini dibuat mainan oleh anak anda, terutama bagi anda yang belum punya anak
Panduan selengkapnya dapat dilihat di Pedoman Airsoftgunner.
Data BERETTA M945 Metal Airsoft BB Guns:
- 1:1 real scale
- Full BERETTA trademarks
- Black colour
- Metal Barrel (inner) about 700g in weight
- Metal Slide , Frame (high quality plastic)
- Metal Trigger
- Metal Hammer
- Working metal safety catch
- High powered single action spring gun (one shot per cock)
- 260 fps with .12 gram BBs, 220 fps with .20 gram BBs
- Magazine capacity: 12 pellets (Removeable)
- 50 of 0.12 gram BBs included
- Quality Heavy Weight Construction with high quality plastic and Metal Parts
- Grip and Frame made by thick plastic
- Extremely Realistic in Appearance and Feel
Gambar:

Gara-gara koneksi internet Indonesia yang sedang sekarat (meminjam istilah detikinet.com), pekerjaan di kantor banyak yang terlantar. Maklum saja, kita sebagai internet company, tentu saja ketergantungan pada koneksi internet teramat tinggi. Dan kalau terjadi down seperti ini, vital deh.
Kebetulan ini adalah hari pertama masuk kantor, setelah liburan Natal kemaren. Lha karena kita di kantor relatif nganggur, seakan-akan ini adalah lanjutan liburan yang kemaren, hanya saja kita sekarang ada di kantor.
Permasalahan yang terjadi sebenarnya simple, yaitu salah satu koneksi kita ke link internasional terputus di Hongkong karena di sana ada gempa.
Bahkan beberapa ISP yang menggunakan satelit, juga mengalami kendala yang sama, karena satelitnya pada akhirnya juga melewati jalur fiber optik yang putus tersebut.
Untuk memperbaiki koneksi yang terputus itu akan memakan banyak waktu, berhari-hari. Tapi kemungkinan akan ada jalur alternatif yang digunakan. Tergantung hasil pertemuan para petinggi ISP yang akan rapat darurat besok jam 9 pagi.
Ah, entah memang belum pernah terpikirkan, atau memang kita belum mampu untuk konek langsung ke backbone internasional. Yang jelas dengan kejadian ini, semoga akan ada banyak perbaikan pada infrastruktur perinternetan kita. Aamiin.
Jadi, besok liburan di kantor lagi? ;))
WebOS : serangkaian aplikasi website yang berjalan pada web browser, yang menyerupai tampilan desktop, mengganti atau menambahkan fungsi pada sistem operasi yang digunakan.
Dengan adanya WebOS, pengguna dapat mengakses desktopnya, beserta semua data dan tampilannya, dari berbagai tempat yang dapat konek internet.
Google dikabarkan akan membuat sendiri WebOS-nya, namun sampai saat ini masih belum jadi kenyataan.
Sambil menunggu GoogleOS terealisasi, berikut ini daftar WebOS yang sudah dapat digunakan. Sebagian masih Beta, sebagian masih butuh banyak pengembangan. Perhatikan, proyek Purefect milik Klorofil juga masuk di situ.
Diurutkan berdasarkan abjad:
Sumber: Big WebOS roundup - 10 online operating systems reviewed
Sudah akrab di telinga kita quote ini: "lihatlah apa yang dinasehatkan, jangan lihat siapa yang menasehati"
Quote itu sudah menjadi konsumsi publik, serta banyak pula yang meyakini kebenarannya. Didukung berbagai macam kisah menarik, salah satunya seperti yang diceritakan di postingan Getting The Point oleh Ryo Saeba, di mana Imam Ghozali mendapat masukan yang bijak dari seorang perampok.
Kisah Imam Ghozali itu memang ngetren di kalangan pesantren, sehingga secara tidak langsung quote itu juga sudah lama aku dengar.
Meskipun sudah banyak yang meyakini kebenaran quote di atas, dan merasa sudah menerapkannya, namun terkadang masih saja terselip ketidakcocokan, dimana kita lebih melihat orangnya ketimbang nasehatnya.
Ketika orang yang memberi nasehat itu cocok dengan feeling kita, nasehatnya kita ambil. Tapi begitu ada ketidakcocokan, nasehatnya kita abaikan. Padahal muatan, ilmu dan maksud nasehat tadi masih sama.
Ketika seorang dai sedang berdakwah kita mau meresapi setiap ucapannya, tapi begitu dia berpoligami maka tidak lagi kita mau mendengar dakwahnya. Jadi selama itu kita hanya melihat orangnya, bukan nasehatnya.
Contoh lain, kita sering tanpa sengaja memakan mentah omongan orang yang kesohor, dan mengabaikan sama sekali omongan orang yang di pinggiran.
Orang akan lebih memperhatikan petuah sang seleb, ketimbang ocehan si bondet.
Ya, tentu saja, nasehat sang seleb lebih berkualitas, ada dasarnya, tahu apa yang sedang dan akan diomongkan, sedangkan ocehan si bondet cuma asal njeplak, dilandasi pengalaman yang sempit.
Jangan salahkan sang seleb kalo blognya lebih rame orang berkomentar, dibandingkan blog si bondet yang cuma dikunjungi oleh Bot Crawlernya Google.
Ya, wajar saja, sang seleb lebih terlihat dari banyak sudut, sedangkan si bondet terjepit di pojok.
Jika ditanyakan kepada tiap individu, apakah penganut ajaran "melihat yang dinasehatkan" atau "melihat siapa yang menasehati", rasanya kok banyak yang memilih ajaran yang pertama. Tapi dalam pelaksanaannya, apakah tetap seperti itu?
Memang bagi tiap individu itu, tidak ada salahnya lebih mendengarkan omongan sang seleb ketimbang si bondet. Tapi dengan menskip ocehan si bondet, berarti telah melewatkan informasi yang mungkin berharga di waktu yang tidak diketahui, dan untuk orang yang belum diketahui.
*sekedar mengingatkan diri sendiri, untuk belajar dari berbagai sumber*
Berikut ini adalah aplikasi yang revolusioner, yang mempengaruhi arah perkembangan perkomputeran.

1976: Electric Pencil
Aku belum sempat merasakan aplikasi ini, mungkin gak sempat nyampe ke Indonesia, atau ketimpa ketenaran aplikasi lain.
1978: WordStar
Aplikasi wajib yang diajarkan di berbagai kursusan komputer, tapi saat ini sudah gak begitu tenar lagi. Saat aku pertama kali kenal komputer, aplikasi inilah editor yang paling tenar. Aku mengalami mulai versi 2, 3, 4, 5, 5.5,6 dan 7. Bersaing dengan Chi-Writer dan MS-Word for DOS.
Kemaren ke Polsek Lowokwaru, Pak Polisinya masih pake Wordstar. Katanya lebih nyaman pake itu ketimbang MS-Word. Hehehe.
1979: VisiCalc
Belum pernah mencobanya juga.
1981: dBase II
Hanya mencoba sebentar, karena tertutup ketenaran FoxPro. Lagian aku lebih seneng programming Pascal, sehingga meskipun membuat aplikasi database, tetap menggunakan Pascal.
1982: AutoCAD
Dulu sempat hobby desain 3D, bahkan sempat bikin desain pistol, masih ada sampai sekarang. Tidak aku teruskan, karena memang tidak pernah ada keperluan untuk itu. Kalaupun bikin desain 3D, aku menggunakan 3D Studio Max, dari perusahaan yang sama.
1983: Lotus 1-2-3
Aplikasi pasangannya Wordstar, yang wajib juga dipelajari. Dari sini pertama kali aku tau adanya virus makro. Setelah era Windows, Lotus mulai tenggelam.
1983: Turbo Pascal
Pemrograman kedua yang aku pelajari setelah BASIC. Diajari oleh sesama pengunjung rental komputer sewaktu SMU, dan ditambah dengan teori dari kampus. Dengan Pascal, lebih mudah untuk belajar programming yang prosedural.
1984: MacWrite/MacPaint
Belum pernah coba
1984: MultiMate
Belum pernah coba
1985: Excel for Macintosh
Belum pernah coba
1985: Aldus PageMaker
Hanya melihat bagaimana temenku membuat poster dan majalah menggunakan aplikasi ini. Waktu itu masih culun, jadi gak begitu tertarik. Kalo mau bikin tulisan pengumuman, biasanya menggunakan aplikasi Banner Mania.
1986: Cross-network E-mail
Belum pernah coba
1987: Excel for Windows
Aplikasi yang membingungkan, pada awalnya. Karena masih terbiasa dengan Lotus, jadinya agak kagok. Tapi Excel juga menyediakan pertolongan yang memudahkan pengguna Lotus untuk terbiasa dengan Excel.
1987: dBase Mac
Belum pernah coba
1988: Mathematica 1.0
Belum pernah coba
1989: Word for Windows
Gantinya Wordstar, lebih lengkap, canggih dan berat

1990: Windows 3.0
Saat itu Windows kayak masih berupa aplikasi, bukan sistem operasi.
Kalo mau menjalankan Windows, dari DOS prompt diketikkan win, yang mendoakan kemenangan Microsoft ^_^
1990: Adobe Photoshop
Saat pertama kali pake, merasa repot, berat dan aneh aja. Tapi ketika sudah terbiasa, wah, jadi merasa tidak dapat mengedit foto tanpa aplikasi ini

1991: Microsoft Visual Basic
Hanya merasakan VB mulai versi 4. Jadi pemrograman wajib setelah banyak pesanan bikin aplikasi dengan VB ini.
1994: Netscape Navigator 1.0
Mencoba saat masuk kuliah, dengan gambar kemudi kapal yang menjadi ciri khasnya.
Ah, jadi bernostalgia.
1995: Internet Explorer 1.0
Lebih ringan dari Netscape, dan lebih bening tampilannya. Tapi itu di sini, gak tau di tempat lain

1996: Palm HotSync
Belum pernah coba
2001: Mac OS X
Belum pernah coba, baru menjajaki.
2001: Apple iTunes
Belum pernah coba
2004: Mozilla Firefox 1.0
Sebenarnya lebih ringan dari IE, dan open-source. Tapi kelemahannya, memory-leak, adalah penyakit yang masih ngendon sampe sekarang, versi 2.0.0.1.
Today I build one PHP script to create sitemap files for websites on my office. This is not so great script, but help me much to finish the tasks
With this script, I do not need to enter the URLs of the website manually, that is contain thousand of URLs. The script will scanning for all files on the website, and then write it on XML file, that suitable with Sitemaps.org protocol.
If number of URLs reach the limit (50.000 URLs), it will automatically split to another sitemap file.
If you want to try the script, just download it here. You need to configure it first, to be suitable with your server.
After the files are created, you may try to validate it. I use this tool: http://www.on-the-matrix.com/shared/XmlValidator.aspx
Remember, you have to specify the schema used for the validator.
Or, the easier way is validating by this software: XMLBlueprint
The tool is not free, it is 10 days trial. But you need it for hours only
If validated, you may submit the sitemap index file to search engine, like Yahoo:
https://siteexplorer.search.yahoo.com/submit
Happy submitting
Sebenarnya sejak membeli laptop ini, kejadian negatif bukan saja kutukan tanpa alasan, tapi juga tampilan tanpa batas, alias tampilane menclek, dengan kata lain tampilan layar monitorku tidak pada posisinya.
Berikut ini skrinsutnya:
Perhatikan bahwa tampilan agak banyak tergeser ke kanan. Informasi lebar layar bukan lagi 1024x768, tapi 1280x960. Cape deh.
Aku yakin itu adalah permasalahan hardware, karena kejadiane gak mesti. Kadang bener kadang gak bener. Makanya setiap me-restart laptop, bawaannya H2C saja, berdoa agar monitor tampil sebagaimana mestinya.
Ketika sudah menclek gitu, biasane butuh beberapa kali restart baru monitornya normal lagi. Bisa cuma sekali restart, bisa juga 1 jam beberapa kali restart. Dan hari ini adalah rekor menclek terlama, bahkan saking lamanya, aku nekat memposting ini, karena meski kejadian error ini sudah sejak 2005 yang lalu, baru kali ini aku dibuat kesal todemax.
Tapi jika sudah benar, dia tidak akan menclek sampe nanti direstart. Makanya kalo aku matikan laptop, tidak dalam posisi Off. Laptop hanya masuk ke posisi Stand-By. Sehingga nanti kalo dihidupkan lagi langsung mak clap, gak ada proses booting.
Masalahnya kalo ada modifikasi sistem, seperti Update Windows, Update Engine Antivirus, yang mengharuskan proses restart, maka siap-siap horor lagi deh.
Sudah mencoba browsing cari solusi permasalahan ini, tapi sampai saat ini tetap nihil. Kebanyakan yang mbahas ini situsnya Jepang.
Beginilah nasib beli barang selundupan. Hmm, bukan ilegal, hanya temen TKI dari Jepang bawa ini dari sana. No technical support, no licensed Windows.
Pernah aku bawa ke teknisi di kantorku, lha kok direstart mbolak-mbalik gak mau menclek. Ngelu deh, teknisinya gak bisa mendiagnosa.
Solusi yang terpikirkan, beli replacernya.
Solusi lainnya?
