Hari ini baru sadar, bahwa selama ini aku adalah penggemar berat QUEEN. Ya, Queen yang ini, band asal Inggris yang dimotori sama Freddy Mercury. Kenal lagunya pertama kali waktu umur 4 ato 5 taun, waktu masih tinggal di Irian. Trus pas SD di Tangerang juga sering denger lagu2 hitsnya. Cuma baru pas kelas 2 SMP di Malang, aku dan Bobo, temenku yang satu ini, mulai bener2 suka sama lagu2nya Queen. Bermodalkan kaset pinjeman (yang sampe sekarang mungkin masih belum kubalikin, mbuh…) aku mulai mengenal lebih dalem satu per satu lagu mereka (Bo, iku kaset-e sopo seh?).
Ada dua album yang hampir tiap saat pasti kita dengerin bareng, Greatest Hits I sama Greatest Hits II. Sementara Bobo punya akses yang lebih luas ke temen2 lain yang punya album Queen lebih lengkap, aku tetep aja melahap isi 2 album itu tiap hari. Jadi bisa dibilang 2 album Queen itu adalah album favorit abadiku (hayyaahh.. opo iki?). Tapi emang kok. Sampe sekarang masih aja tetep sangat suka sekali banget pol.. (ada padanan kata yang lebih ringkas nggak untuk menggambarkan ini?).
Awal2 kuliah (sekitar taun 98-99), salah satu radio swasta di Malang ngadain acara Bentoel Big Legend of The Month. Itu adalah acara live music yang menghadirkan duplikator band2 legendaris seperti The Police, Scorpion, Def Leppard, dan el-el. Waktu itu, mereka menghadirkan Bone Rider, duplikator Queen dari Jakarta. Tiketnya lumayan mahal, waktu itu sekitar 20rban. Tapi dengan modal tiket gratis hadiah kuis yang mereka gelar, akhirnya berangkat juga.
Bobo udah nggak di Malang, dan aku sama sekali ga punya temen deket lain yang bener2 Queen Mania, jadinya aku berangkat sendiri. Tapi aku cuek aja tuh.
Album selanjutnya yang - akhirnya - aku beli sendiri adalah Queen Jazz. Tapi ada yang minjem dan gak balik sampe sekarang, karma kali ya? Sampe akhirnya aku dapet CD MP3 (bajakan, pastinya) yang isinya sekitar 12 album Queen. Nggak lengkap sih, tapi seneng banget. Dan beberapa tahun yang lalu Bobo dateng bawa CD Video klip Queen hasil berburunya di Jakarta (bajakan juga doong..). Mantep deh.
Kegilaanku sama band legendaris ini nggak cuma sampe sini aja. Dulu majalah HAI punya kakaku pada bolong2, gara2 artikel dan foto2 Queen aku guntingin buat dijadiin klipping. Dia jelas marah2, tapi bodo amat. Sekali2 bikin adeknya seneng kan pahala tuh. Pertama kali kenal Internet di kampus, langsung buka Queen.com, yang ternyata (ups..) situs porno ^^; Artikel2 tentang Queen pun mengalir deras masuk ke harddisku di rumah.
Majalah HAI juga sempat nerbitin HAI Rock, booklet untuk memperingati ulang tahun mereka yang ke-25 (kalo ga salah). Di situ ada artikelnya Queen, termasuk sejarah singkat terbentuknya, dan rumor2 tentang hal2 yang bikin mereka agak ‘redup’ di tahun 90an, sebelum kematian Freddy. Temen kuliah ada yang punya. Tapi berhubung ga mampu beli sendiri, akhirnya fotokopi ^^; Sampe sekarang masih ada. Seneng, deh.
Dan hari ini, seharian penuh aku ditemenin sama lagu2nya Queen ^^;
* currently listening : Seaside Rendezvous *
Sudah sekian lama aku mencari cara, agar koneksi DoD (dial-on-demand) yang aku miliki bisa digunakan juga lewat Linux. Pihak provider (GlobalXtreme) tidak memberikan support dalam hal ini, karena dianggap semua klien menggunakan Windows sebagai dialer VPN-nya.
Dari hasil browsing, aku menemukan tutorial yang mengena, yaitu PPTP Client, dan dibantu dengan milis PPTP.
Dan setelah ngoprek serta sedikit coba-coba authentifikasinya, (ga paham setting VPN sih), akhirnya aku bisa konek VPN lewat Ubuntu. Posting inipun dibuat lewat VPN itu. Langsung dipake
Kayaknya bakal lebih sering pake Linux nih. Tapi, btw, anyway, kok rasanya speed-nya lebih rendah daripada konek dari Windows yah.
Baru saja iseng browsing, nemu ini:
Entahlah, ngakunya sih website terkecil, tapi belum ada survei kan ![]()
Yeah Rite™, selain PHP dan shell, aku memang jarang programming di Linux. Dulu pernah sekali mencoba menggunakan Kylix dan Tcl, tapi kemudian tidak aku teruskan.
Mungkin penyebabnya adalah karena jarang menggunakan Linux. Senangnya cuma ketika install Linux, setting sampe optimal, lalu ditinggal begitu saja. Hanya sesekali saja mengunjungi partisi Linux.
Selain itu, penyebab jarangnya programming di Linux adalah masalah kebutuhan pasar. Kebanyakan pasar masih membutuhkan Windows platform.
Dengan adanya gerakan opensource, dan juga anti-pembajakan, diharapkan pasar mulai berani bergeser ke arah produk opensource. Siaya yang harus memulai? developer atau pasar?
Idealnya sih keduanya
Salah satu kesulitan developer untuk berpindah platform adalah mengenai ‘familiarsme’ pada pemrograman tertentu. Juga misalnya dia sudah memiliki banyak kumpulan fungsi dalam bahasa tertentu, akan sulit (baca: malas) berganti bahasa pemrograman.
Sudah ada beberapa bahasa pemrograman yang mirip dengan yang ada di Windows, misalnya Gambas. Tapi itu bukan berarti sama, hanya memiliki persamaan dialek.
Ada juga Klylix dari Borland, tapi tidak GPL. (lho, bukannya Delphi juga gak GPL?) Iya, tapi you-know-why.
Salah satu yang dapat digunakan adalah Moono-Project, yang mensupport beberapa bahasa pemrograman, di antaranya adalah Visual Basic, tapi VB.NET. Dan seperti yang mereka katakan, bisa berpindah ke Linux tanpa modifikasi apapun!
Paling tidak, itu bisa jadi alternatif, dan mengurangi alasan malasnya berpindah ke produk yang legal.
Catatan: saya pake Windows legal.
Teknologi, selalu membawa dampak positif dan sekaligus negatif. Katanya sih, the man behind the gun.
Google Earth yang memudahkan seseorang meng-explore bumi secara utuh, mulai diributkan efek negatifnya, yaitu digunakan oleh orang-orang yang berniat jahat.
Tapi hal itu bukan berarti teknologi Google Earth, atau yang semacamnya harus dihentikan, karena banyak sekali manfaat yang bisa diambil dari situ. Sedangkan kejahatan masih bisa terjadi meskipun tanpa bantuan aplikasi itu.
Salah satu usaha melindungi obyek-obyek penting adalah dengan mem-blankout-kan lokasi tertentu pada Google Earth, dan itu butuh kerjasama antara pihak pemerintah (militer) dengan pihak Google.
Lagian selama ini juga masih bersifat dugaan, belum pasti bahwa Google Earth ‘berperan’ dalam kejahatan yang terjadi.
Berikut ini berita yang berhubungan:
