Di antara contoh teladan dari seorang wanita mukmin terdapat pada Masyithah, seorang pembantu Fir’aun. Dia adalah seorang wanita sederhana yang beriman hanya kepada Swt dan mempercayai kenabian nabi Musa a.s. Pada masanya, Fir’aun memaklumkan dirinya sebagai Tuhan.
Masyithah terpaksa bekerja untuk Fir’aun unutk menghidupi keempat anaknya. Dia bertugas sebagai inang atau sejenis juru rias salah seorang putri Fir’aun. Masyithah menyimpan keyakinan di dalam hati, ia tidak menunjukan keyakinan itu kepada orang lain di sekitarnya. Akan tetapi keyakinan yang tertanam kuat di dalam hati pasti memancarkan pengaruh terhadap segenap anggota badan.
Pada suatu hari, ketika Masyithah sedang menyisir rambut putri Fir’aun, sisir di tangannya jatuh. Dia lalu mengambil sisir itu kembali dengan mambaca “Bismillah” (dengan nama Allah). Mendengar ucapan itu putri Fir’aun (yang merasa asing dengan ucapan itu) bertanya heran, “Apa, ayahku?”. Masyithah menjawab ”Bukan. Tuhanku, Tuhanmu, dan Tuhan ayahmu adal...
), dan googling kesana-sini... akhirnya dapat juga bocoran yang keakuratannya bisa dijamin...